Tuesday , September 26 2017
Home / elearning / CARA MENGENDALIKAN WERENG BATANG COKLAT (WBC)

CARA MENGENDALIKAN WERENG BATANG COKLAT (WBC)

wereng coklat, darurat wereng, pandeglang

Tahun 2017, disaat target produksi padi diharapkan dapat tercapai, serangan hama khususnya Wereng Coklat cukup massif di Kabupaten Pandeglang. Hampir diseluruh kecamatan di Pandeglang pertanaman padi terserang hama yang terkenal berembang biak dengan sangat cepat  ini.

Daya rusak WBC memang sangat luar biasa, sehingga sangat merepotkan petani, petugas POPT maupun aparat pertanian lainnya, baik di Kabupaten, Provinsi hingga tingkat Kementerian. Pada bulan Juni ini, 26 orang tim ahli dari Kementerian turun ke Kabupaten Pandeglang untuk mengantisipasi darurat WBC.

Lalu bagaimana sebenarnya cara pengendalian Wereng Batang Coklat yang sesuai dengan Standar Operasional yang baik? Berikut adalah uraiannya:

Tanam Padi Serentak / Serepmpak

Salahsatu manfaat tanam serentak adalah memutus rantai hidup dan makanan bagi hama dan penyakit termasuk WBC. Dalam kasus WBC, sebaiknya pola tanam serentak tidak dibatasi oleh batas admnistrasi wilayah, mengingat migrasi wereng coklat yang cukup cepat dan luas.

Penggunaan Varietas Tahan WBC

Penggunaan varietas tahan WBC harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Terutama pada Biotipe wereng  yang menyerang pertanaman padi. Dewasa ini biotipe wereng yang dominan adalah biotipe 3, dan ada juga biotipe 4 oleh karena itu, penggunan Varietas Unggul Baru yang tahan terhadap biotipe Wereng Coklat mutlak diperlukan.

Saat ini sebenarnya sudah ada varietas tahan wereng sesuai biotipe yang disediakan oleh Badan Litbang Pertanian, seperti Inpari 13, Inpari 31 dan Inpari 33.

Penggunaan Lampu Perangkap

Lampu perangkap merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui kehadiran wereng imigran dan berguna untuk menangkap wereng imigran dalam jumah besar.

Lampu perangkap dipasang pada ketinggian sekitra 1.5 -2.5 m dari permukaan tanah. Jika lampu yang digunakan sekitar 100 watt, maka wereng yang terperangkap bisa mencapai 400,000 ekor / malam.

Memilih Waktu Penyemaian yang Tepat

Pada umumnya, waktu penyemaian yang baik adalah saat 15 hari setelah puncak imigran wereng sebagaimana yang tertangkap oleh lampu perangkap. Selanjutnya dalam konteks ini waktu penyemaian yang tepat juga menunjang pengendalian wereng coklat secara tuntas pada fase awal perkembangan hama. Selanjutnya, pengamatan atau monitoring Wereng Coklat dalam fase ini sebaiknya dilakukan setiap 1-2 minggu sekali.

Penggunaan agensia hayati juga baik digunakan dalam fase ini (fase persemaian benih) apabila ditemukan populasi WBC yang dibawah ambang pengendalian.

Penggunaan Insektisida

Penggunaan insektisida harus memperhatikan faktor-faktor berikut:

Kondisi pertanaman sebaiknya kering sebelum insektisida digunakan baik dengan semprotan atau butiran.

Penyemprotan sebaiknya dilakukan mulai pukul 8-11.00 atau setelah tidak ada embun air di daun padi. Bisa juga dilakukan disore hari.

Insektisida harus sampai ke batang padi.

 

Pengendalian Virus Kerdil

Wereng coklat, selain sebagai hama padi, juga sebagai vektor atau pembawa penyakit bagi virus Kerdil Rumput. Tanaman yang terserang virus ini biasanya daun akan akan tercabik, rombeng dan koyak atau bergerigi.

Usaha yang dapat dilakukan untuk menekan virus ini adalah dengan mengendalikan wereng sampai pada populasi terendah, menghindari kontak inokulum dengan wereng dan cabut atau benamkan tanaman yang terkena virus.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *