Saturday , November 18 2017
Home / elearning / Cara Budidaya Cabe Merah dari Persiapan Lahan hingga Panen

Cara Budidaya Cabe Merah dari Persiapan Lahan hingga Panen

Cara Budidaya Cabe Merah dari Persiapan Lahan hingga Panen
ilustrasi: freepik

 

Cabai merah merupakan komoditas dengan nilai ekonomi tinggi. Fluktuasi harga yang cepat kadang menyengat konsumen dan menikam inflasi dikala harga tinggi. Namun jika harga sedang turun, maka yang rugi petani.

Meskipun begitu, tanaman yang termasuk dalam komoditas hortikultura ini tetap menjadi salahsatu favorit petani untuk dibudidayakan. Selalu ada resiko dari setiap pengambilan keputusan, termasuk memilih untuk menanam tanaman dengan rasa pedas ini. Berikut  akan diuraikan dengan singkat tentang bagaiaman cara budidaya cabe merah dari persiapan lahan hingga panen.

 

Syarat Tumbuh

Cabe merah akan tumbuh dengan baik pada tanah yang subur lagi gembur. Pengolahan lahan yang optimal menjadi sangat penting. Perhatikan juga tingkat keasaman tanah (Ph). Ph yang sesuai untuk cabe antara 6.5-6.8. Penyesuaian Ph bisa mengunakan kapur dolomit, atau kapur sirih.

Selain tanah yang subur, ketersediaan air juga menjadi faktor penting dalam budidaya cabe. Air berfungsi sebagai pelarut unsur hara untuk tanaman. Selain itu, unsur alam ini juga berperang penting dalam optimalisasi fotosintesis dan respirasi. Si merah-pedas ini umumnya cocok jika ditanam di daerah dengan curah hujan cukup.

Selanjutnya, bila lahan yang akan ditanam sudah sesuai syarat tumbuhnya, maka langkah berikutnya adalah melakukan proses-proses penanaman dari awal hingga panen sebagai berikut:

 

Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan bisa menggunakan cara manual dengan cangkul atau dengan traktor. Pengeolahan berfungsi untuk menggemburkan tanah agar tanaman cabai bisa tumbuh dengan baik. Setelah diolah / dibajak, langkah berikutnya adalah membuat bedengan dengan lebar 1 hingga 1,2 meter / bedengan atau bisa menyesuaikan dengan kondisi lahan. Adapun tinggi bedengan umumnya berkisar antara 50-70 cm. Sementara Jarak antar bedengan (drainase) antara 40-50 cm.

Langkah berikutnya adalah menyiapkan pupuk dasar, umumnya menggunakan pupuk kompos atau pupuk organik lainnya berkisar antara 40-50 ton. Ketersediaan unsur hara yang cukup akan memudahkan tanaman yang baru dipindahkan ke bedengan dalam menyerap nutrisi untuk kebutuhan pertumbuhan. Pupuk yang diberikan sebaiknya pupuk yang sudah jadi / kering sehingga tidak perlu menunggu lama untuk segera ditanam.

Jika lahan tanam (bedengan) sudah siap dan sudah di beri pupuk dasar maka bisa dipasangi mulsa plastik untuk mencegah pertumbuhan gulma dan penyesuaian suhu disekitar pertanaman.

Penyemaian

Penyemaian benih cabe dilakukan pada media tanam/semai yang merupakan campuran antara tanah yang halus dengan pupuk kandang dalam polybag kecil. Bisa juga menggunakan media lain seperti campuran sekam dan pupuk kandang. Agar tidak terkena matahari langsung sebaiknya bagian atasnya diberi sungkup atau lembaran plastik atau paranet.

Jika memakai sungkup, maka setiap pagi antara pukul 7-10 pagi, sungkup di buka dan sore harinya sungkup ditutup kembal. Selanjutnya jika bibit cabe sudah berusia sekitar 5-7 hari, sungkup bisa dibuka sepenuhnya, dikarenakan kemampuan adapatasinya sudah baik.

Bibit yang disemai juga harus disiram, namun penyiraman dilakukan seminimal mungkin – jangan terlalu basah. Air siraman bisa dicampur dengan pestisida organik untuk mengenalikan hama di pembibitan. Bibit cabai siap dipindahkan jika sudah berdaun 4-6 buah.

Penanaman

Penanaman dilakukan dengan cara memindahkan bibit dari persemaian ke bedengan. Jika bedengan ditutupi mulsa, maka lubangi dulu mulsanya dengan munggunakan kaleng bekas susu kental manis yang sudah dipanaskan atau media lain yang sejenis, serta perhatikan jarak tanamnya.

Polybag dibuka, namun usahakan agar tanah dalam polybag tidak hancur dan ditanam ke dalam bedengan. Lalu, jika sudah berumur kurang lebih 3 minggu ada tanaman yang mati dalam bedengan, segera lakukan penyulaman. Jika penyulaman dilakukan saat usia tanaman lebih dari 3 minggu umumnya pertumbuhan cabai tidak seragam nantinya.

Pemasangan Ajir

Lubang tanam yang baik, biasanya disertai dengan ajir, ajir dipasang dengan maksud untuk menjaga pertumbuhan vegetatif yang optimal. Tanaman diikatkan pada ajir, namun jangan terlalu kencang. Pengikatan tanaman pada ajir dimaksudkan untuk menjaga cabai roboh karena diterpa angin. Pemasangan ajir sebaiknya dilakukan setelah muncul bunga pertama pada cabai.

Pemeliharaan

Cabai merah merupakan tanaman yang membutuhkan perhatian tinggi dari pemiliknya, selain rentan penyakit tanaman ini juga harus dijaga kebutuhan airnya.

Penyiangan atau sanitasi menjadi faktor penting, bila pasangi mulsa, maka gulam disekitar drainase atau disekitar areal pertanaman sebaiknya dibersihkan untuk mencegah gulma tersebut menjadi inang hama.

Selanjutnya, pengairan dilakukan secara teratur dan terukur, dengan dilakukan penggenangan atau pengeleban hanya seminggu sekali (jika tidak terjadi hujan). Penggenangan dilakukan hanya 1/3 dari kedalaman bedengan.

Pemupukan Susulan

Kecukupan unsur hara akan berpengaruh pada pertumbuhan cabai. Pupuk akar dilakukan dengan cara pengcocoran saat tanaman berumur 15 hari setelah tanam, bisa menggunakan pupuk organik atau pupuk kimia. Selanjutnya saat umur 46 hari setelah tanam, lakukan pemupukan dengan dosis yang sama. Kemudian, saat berusia 76 hari, lakukan pemupukan ketiga.

Selain menggunakan pupuk akar, sebaiknya cabai juga menggunakan pupuk daun, bisa menggunakan pupuk organik cair yang disemprotkan langsung ke bagian daun. Pupuk ini bertujuan untuk menyuburkan daun agar proses fotosintesis berjalan lancar.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dilakukan dengan cara PHT (Pengendalian Hama Terpadu). Pengenalan terhadap  jenis hama dan penyakit cabai menjadi hal paling penting. Hal ini akan menjadi dasar petani untuk tindakan yang cepat dan tepat  dalam melakukan pengendalian yang terkontrol.

Panen

Panen tanaman cabai merah sangat mudah sekali. Yang harus diperhatikan adalah tanaman cabai bisa dipanen pada saat tanaman berusia 90 hingga 120 hari setelah masa tanam. Dan buah cabai yang siap dipetik adalah yang persentase kematangan buah berkisar 80 – 90%. (diolah dari berbagai sumber)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *