Saturday , November 18 2017
Home / Bidang / Pertanian

Pertanian

BIDANG PERTANIAN

Bidang Pertanian dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan.

Bidang Pertanian mempunyai tugas pokok merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis produksi tanaman pangan, produksi hortikultura dan perlindungan tanaman.

Bidang Pertanian dalam melaksanakan menyelenggarakan fungsi :

  1. perumusan kebijakan teknis produksi tanaman pangan dan produksi hortikultura;
  2. pelaksanaan pembinaan dan koordinasi dalam produksi tanaman pangan, produksi hortikultura dan perlindungan tanaman;
  3. penyelenggaraan produksi tanaman pangan, produksi hortikultura dan perlindungan tanaman;
  4. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan produksi tanaman pangan, produksi hortikultura dan perlindungan tanaman;
  5. pelaksanaan perencanaan, pembinaan, pemantauan, pengendalian pengawasan dan evaluasi penyelenggaraan bimbingan teknis terhadap rganisme pengganggu tanaman ( OPT ), bencana alam, anomali iklim;
  6. mengawasi dan membina, member petunjuk atau arahan membimbing teknis kepada kepala seksi dalam rangka pelaksanaan tugas;
  7. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok dan fungsinya, Kepala Bidang Pertanian di bantu oleh 3 seksi yaitu:

Seksi Produksi Tanaman pangan

Seksi Produksi Tanaman Pangan mempunyai tugas pokok melaksanakan kebijakan teknis produksi tanaman pangan.

Dalam melaksanakan tugas, Seksi Produksi Tanaman Pangan menyelenggarakan fungsi :

  1. penyusunan bahan perumusan kebijakan teknis produksi tanaman pangan;
  2. penyusunan bahan pembinaan, koordinasi dan fasilitasi dalam produksi tanaman pangan;
  3. pembinaan, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan produksi tanaman pangan.
  4. penyelenggaraan produksi tanaman pangan;
  5. peningkatan produksi tanaman pangan;
  6. pengawasan dan evaluasi pelaksanaan produksi tanaman pangan.

Rincian tugas Seksi Produksi Tanaman Pangan adalah sebagai berikut :

  1. menyusun rencana kerja Seksi Produksi Tanaman Pangan;
  2. melaksanakan pengujian dan penerapan teknologi di bidang pengembangan dan peningkatan produksi tanaman pangan;
  3. melaksanakan pengadaan dan pengawasan benih/bibit Tanaman Pangan;
  4. menyiapkan petunjuk teknis dan standar prosedur operasional dalam pengembangan dan peningkatan produksi tanaman pangan;
  5. menyiapkan rencana teknis pengembangan dan peningkatan produksi tanaman pangan;
  6. melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan Produksi Tanaman Pangan;
  7. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya.

Seksi Produksi Hortikultura

Seksi Produksi Hortikultura mempunyai tugas pokok melaksanakan kebijakan teknis produksi hortikultura.

Dalam melaksanakan tugas, Seksi Produksi Hortikultura menyelenggarakan fungsi:

  1. penyusunan bahan perumusan kebijakan teknis produksi hortikultura;
  2. penyusunan bahan pembinaan, koordinasi dan fasilitasi dalam produksi hortikultura;
  3. penyelenggaraan produksi hortikultura;
  4. peningkatan produksi hortikultura;
  5. pengawasan dan evaluasi pelaksanaan produksi hortikultura.

Rincian Seksi Produksi Hortikultura adalah sebagai berikut:

  1. menyusun rencana kerja Seksi Produksi Hortikultura;
  2. melaksanakan pengujian dan penerapan teknologi di bidang pengembangan dan peningkatan produksi hortikultura;
  3. menyiapkan petunjuk teknis dan standar prosedur operasional dalam pengembangan dan peningkatan produksi hortikultura;
  4. melaksanakan pembinaan, pengawasan dan evaluasi perbenihan hortikultura;
  5. menyiapkan rencana teknis pengembangan dan peningkatan produksi hortikultura;
  6. melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan produksi hortikultura;
  7. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya.

Seksi Perlindungan Tanaman

Seksi Perlindungan Tanaman mempunyai tugas pokok melaksanakan kebijakan teknis Perlindungan Tanaman.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Seksi Perlindungan Tanaman menyelenggarakan fungsi:

  1. penyusunan bahan perumusan kebijakan teknis Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura;
  2. penyusunan bahan pembinaan, koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura;
  3. penyelenggaraan Pembinaan Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura;
  4. pengawasan dan evaluasi pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Rincian Seksi Perlindungan Tanaman adalah sebagai berikut:

  1. Menyusun rencana kerja seksi Perlindungan Tanaman;
  2. Melaksanakan pembinaan pengamatan, peramalan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dan curah hujan;
  3. pelaksanaan perencanaan, pembinaan, pemantauan, pengendalian pengawasan dan evaluasi penyelenggaraan bimbingan teknis terhadap rganisme pengganggu tanaman ( OPT ), bencana alam dan anomali iklim pada tanaman pangan dan hortikultura;
  4. Melaksanakan pengawasan atas peredaran dan penyimpanan pestisida serta residu penggunaan pestisida;
  5. Melaksanakan sosialisasi dan pelatihan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu (PHT);
  6. Melakukan identifikasi masalah OPT di tingkat Kabupaten (varietas, jenis OPT, luas dan intensitas serangan);
  7. Melakukan koordinasi dan supervisi terhadap pengamatan, peramalan, dan atau pengendalian OPT di tingkat lapangan;
  8. Melakukan pengolahan data dan analisa hasil pengamatan, peramalan, pengendalian tingkat kesulitan dan tindakan karantina terhadap OPT;
  9. Menyiapkan bahan inventarisasi data potensi daerah endemis serangan organisme pengganggu tanama-tanaman ( OPT ) dan bencana alam pada tanaman pangan dan hortikultura;
  10. Mengumpulkan dan mengolah data/bahan/referensi pengkajian/kaji ulang standar perlindungan dan atau perkarantinaan tumbuhan;
  11. Mengumpulkan dan menyusun bahan penetapan kawasan karantina atau sumber serangan/eksplosi dalam rangka pencegahan penyebaran dan atau eradikasi OPT;
  12. Mengumpulkan dan menyusun bahan penetapan area bebas OPT (pest free area) dalam rangka fasilitasi perdagangan komoditas tanaman pangan dan hortikultura;
  13. Melakukan monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan perlindungan tanaman;
  14. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya.