Saturday , November 18 2017
Home / Bidang / Peternakan

Peternakan

BIDANG PETERNAKAN

Bidang Peternakan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan. Bidang Peternakan mempunyai tugas pokok merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis produksi peternakan, kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner dan pasca panen. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Peternakan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

  1. Perumusan kebijakan teknis produksi peternakan, kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner dan pasca panen;
  2. Pelaksanaan pembinaan dan koordinasi dalam produksi peternakan, kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner dan pasca panen;
  3. Penyelenggaraan produksi peternakan, Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat veteriner dan pasca panen;
  4. Pengendalian dan evaluasi pelaksanaan produksi peternakan, kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner dan pasca panen;
  5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, Kepala Bidang Peternakan dibantu oleh tiga orang Kepala Seksi yaitu: Kepala Seksi Produksi Peternakan, Kepala Seksi Kesehatan Hewan, dan Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner.

Adapun rincian tugas pokok dan fungsi dari ketiga seksi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Seksi Produksi Peternakan

 Tugas Pokok :

Melaksanakan kebijakan teknis produksi peternakan;

 Fungsi :

  1. Penyusunan bahan perumusan kebijakan teknis produksi peternakan;
  2. Penyusunan bahan pembinaan, koordinasi dan fasilitasi dalam produksi peternakan;
  3. Penyelenggaraan produksi peternakan;
  4. Peningkatan produksi peternakan;
  5. Pengawasan dan evaluasi pelaksanaan produksi peternakan;

Rincian Tugas :

  1. Menyusun rencana kerja Seksi Produksi Peternakan;
  2. Menyusun juklak/juknis dan prosedur tetap kegiatan pembibitan ternak;
  3. Melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan analisa data potensi wilayah peternakan sebagai bahan penyusunan tata ruang dan peta potensi serta pemanfaatan sumber daya lahan usaha peternakan;
  4. Melakukan pembinaan dan bimbingan produksi dan pengawasan mutu bibit ternak;
  5. Melakukan seleksi dan registrasi/pencatatan ternak bibit;
  6. Menyiapkan bahan pembinaan/bimbingan terhadap pelaksanaan penerapan teknologi reproduksi, registrasi hasil, pengadaan mani beku (spesifik lokal/dalam negeri);
  7. Melaksanakan kegiatan Inseminasi Buatan (IB) dan Embrio Transfer (ET) program pemerintah;
  8. Memantau dan mengawasi pengeluaran ternak bibit;
  9. Melaksanakan kegiatan pemantauan, inventarisasi potensi wilayah sumber bibit dan pemeriksaan lalu lintas ternak dan pengadaan paket IB ternak bibit unggul;
  10. Melaksanakan pengujian populasi dasar ternak seleksi, registrasi ternak bibit dan identifikasi ternak bibit ;
  11. Melaksanakan pelayanan surat keterangan ternak bibit, serta pemberian izin produksi bibit ternak sesuai dengan petunjuk atau peraturan yang berlaku;
  12. Melaksanakan bimbingan teknis kastrasi ternak nonbibit serta pengembangan mutu dan seleksi ternak ;
  13. Melaksanakan survey, pengkajian dan penerapan teknologi reproduksi pada ternak
  14. Menyiapkan bahan bimbingan, pengawasan, pedoman penyebaran/distribusi dan pengembangan ternak baik oleh pemerintah maupun swasta;
  15. Memantau dan mengawasi penyebaran ternak bibit ;
  16. Mendistribusikan bibit ternak kepada masyarakat;
  17. Melaksanakan pembinaan, pengelolaan bibit ternak yang didistribusikan kepada masyarakat;
  18. Melaksanakan redistribusi dan penghapusan ternak pemerintah;
  19. Melakukan pengawasan mutu dan bimbingan penggunaan pakan / bahan baku konsentrat dalam hal pemakaian;
  20. Melakukan pengadaan, perbanyakan, penyaluran dan bimbingan produksi bibit Hijauan Makanan Ternak (HMT);
  21. Melakukan pengawasan dan pengujian mutu pakan hijauan dalam hal pemakaian;
  22. Menetapkan lokasi dan melakukan pengaturan/pemanfaatan tanah untuk penggembalaan ternak;
  23. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan produksi ternak ;
  24. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya.

  1. Seksi Kesehatan Hewan

 Tugas Pokok :

melaksanakan kebijakan teknis Kesehatan Hewan.

 Fungsi :

  1. penyusunan bahan perumusan kebijakan teknis pembinaan Kesehatan Hewan;
  2. penyusunan bahan pembinaan, koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan Kesehatan Hewan;
  3. penyelenggaraan pembinaan Kesehatan Hewan;
  4. pengawasan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Kesehatan Hewan.

Rincian Tugas :

  1. menyusun rencana kerja Seksi Kesehatan Hewan;
  2. Menyusun juklak/juknis dan prosedur tetap kegiatan kesehatan hewan;
  3. Melaksanakan kegiatan kewaspadaan dini penyakit hewan menular, tindakan pemunahan sumber penyakit, biosekuriti, vaksinasi dan pengobatan hewan serta penanggulangan wabah/kejadian luar biasa;
  4. Melaksanakan kegiatan pelayanan, pengamanan dan pengawasan lalu lintas hewan;
  5. Melaksanakan pembuatan data dan peta penyakit hewan serta penyediaan sistem informasi kesehatan hewan;
  6. Melakukan kegiatan surveilans dan pengambilan spesimen yang diperlukan untuk uji laboratorium dan peneguhan diagnosa;
  7. Melaksanakan kegiatan pembinaan terhadap laboratorium kesehatan hewan, klinik hewan, pos kesehatan hewan dan pos pembantu pelayanan kesehatan hewan;
  8. Melakukan identifikasi masalah kesehatan hewan serta monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan;
  9. Melaksanakan pengawasan terhadap fisik, penyimpananan dan peredaran obat hewan;
  10. Melaksanakan pembinaan terhadap depo dan pengecer obat hewan;
  11. Menyiapkan bahan prosedur tetap mengenai tata cara perizinan usaha obat hewan;
  12. Melaksanakan pengujian terhadap bahan-bahan obat hewan dan residu;
  13. Melaksanakan identifikasi permasalahan dalam penggunaan obat hewan;
  14. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan kesehatan hewan;
  15. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya.

  1. Kerja Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner

 Tugas Pokok

Melaksanakan kebijakan teknis Kesehatan Masyarakat Veteriner;

 Fungsi :

  1. Penyusunan bahan perumusan kebijakan teknis dalam pelayanan kesehatan masyarakat veteriner;
  2. Penyusunan bahan pembinaan, koordinasi dan fasilitasi dalam pelayanan kesehatan masyarakat veteriner;
  3. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner;
  4. Pengawasan dan evaluasi pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat veteriner.

Rincian Tugas :

  1. Menyusun rencana kerja seksi kesehatan masyarakat veteriner;
  2. Menyusun juklak/juknis dan prosedur tetap kegiatan kesehatan masyarakat veteriner;
  3. Menjamin tersedianya bahan pangan asal hewan yang Halal, Aman, Utuh dan Sehat (HAUS);
  4. Melaksanakan pembinaan kepada para pelaku usaha pemotongan hewan/unggas, pengecer daging, rumah potong hewan/unggas dan tempat pemotongan hewan/unggas milik pemerintah maupun swasta;
  5. Menyiapkan bahan standar pelayanan rumah potong hewan/unggas, rekomendasi usaha pemotongan hewan, pengiriman bahan asal hewan dan bimbingan teknis hygiene dan sanitasi;
  6. Melaksanakan pembinaan, pengawasan dan pemeriksaan pada pelaku usaha peternakan terhadap resiko pencemaran lingkungan;
  7. Melaksanakan pembinaan, pengawasan dan pemeriksaan penangananpasca panen, higiene sanitasi, pengawasan sanitary dan keamanan produk hewan, zoonosis dan kesejahteraan hewan,serta pengujian produk hewan;
  8. Melakukan pengujian bahan pangan dan nonpangan asal hewan yang beredar di masyarakat;
  9. Melakukan identifikasi masalah kesehatan masyarakat veteriner;
  10. Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kegiatan pemotongan hewan/unggas, bahan pangan dan non pangan asal ternak dari penyakit zoonosis dan cemaran bahan berbahaya;
  11. Melakukan monitoring evaluasi dan pelaporan kegiatan kesehatan masyarakat veteriner;
  12. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.