Saturday , November 18 2017

Laporan Tambah Tanam

Cara Budidaya Cabe Merah dari Persiapan Lahan hingga Panen

Cara Budidaya Cabe Merah dari Persiapan Lahan hingga Panen
ilustrasi: freepik

 

Cabai merah merupakan komoditas dengan nilai ekonomi tinggi. Fluktuasi harga yang cepat kadang menyengat konsumen dan menikam inflasi dikala harga tinggi. Namun jika harga sedang turun, maka yang rugi petani.

Meskipun begitu, tanaman yang termasuk dalam komoditas hortikultura ini tetap menjadi salahsatu favorit petani untuk dibudidayakan. Selalu ada resiko dari setiap pengambilan keputusan, termasuk memilih untuk menanam tanaman dengan rasa pedas ini. Berikut  akan diuraikan dengan singkat tentang bagaiaman cara budidaya cabe merah dari persiapan lahan hingga panen.

 

Syarat Tumbuh

Cabe merah akan tumbuh dengan baik pada tanah yang subur lagi gembur. Pengolahan lahan yang optimal menjadi sangat penting. Perhatikan juga tingkat keasaman tanah (Ph). Ph yang sesuai untuk cabe antara 6.5-6.8. Penyesuaian Ph bisa mengunakan kapur dolomit, atau kapur sirih.

Selain tanah yang subur, ketersediaan air juga menjadi faktor penting dalam budidaya cabe. Air berfungsi sebagai pelarut unsur hara untuk tanaman. Selain itu, unsur alam ini juga berperang penting dalam optimalisasi fotosintesis dan respirasi. Si merah-pedas ini umumnya cocok jika ditanam di daerah dengan curah hujan cukup.

Selanjutnya, bila lahan yang akan ditanam sudah sesuai syarat tumbuhnya, maka langkah berikutnya adalah melakukan proses-proses penanaman dari awal hingga panen sebagai berikut:

 

Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan bisa menggunakan cara manual dengan cangkul atau dengan traktor. Pengeolahan berfungsi untuk menggemburkan tanah agar tanaman cabai bisa tumbuh dengan baik. Setelah diolah / dibajak, langkah berikutnya adalah membuat bedengan dengan lebar 1 hingga 1,2 meter / bedengan atau bisa menyesuaikan dengan kondisi lahan. Adapun tinggi bedengan umumnya berkisar antara 50-70 cm. Sementara Jarak antar bedengan (drainase) antara 40-50 cm.

Langkah berikutnya adalah menyiapkan pupuk dasar, umumnya menggunakan pupuk kompos atau pupuk organik lainnya berkisar antara 40-50 ton. Ketersediaan unsur hara yang cukup akan memudahkan tanaman yang baru dipindahkan ke bedengan dalam menyerap nutrisi untuk kebutuhan pertumbuhan. Pupuk yang diberikan sebaiknya pupuk yang sudah jadi / kering sehingga tidak perlu menunggu lama untuk segera ditanam.

Jika lahan tanam (bedengan) sudah siap dan sudah di beri pupuk dasar maka bisa dipasangi mulsa plastik untuk mencegah pertumbuhan gulma dan penyesuaian suhu disekitar pertanaman.

Penyemaian

Penyemaian benih cabe dilakukan pada media tanam/semai yang merupakan campuran antara tanah yang halus dengan pupuk kandang dalam polybag kecil. Bisa juga menggunakan media lain seperti campuran sekam dan pupuk kandang. Agar tidak terkena matahari langsung sebaiknya bagian atasnya diberi sungkup atau lembaran plastik atau paranet.

Jika memakai sungkup, maka setiap pagi antara pukul 7-10 pagi, sungkup di buka dan sore harinya sungkup ditutup kembal. Selanjutnya jika bibit cabe sudah berusia sekitar 5-7 hari, sungkup bisa dibuka sepenuhnya, dikarenakan kemampuan adapatasinya sudah baik.

Bibit yang disemai juga harus disiram, namun penyiraman dilakukan seminimal mungkin – jangan terlalu basah. Air siraman bisa dicampur dengan pestisida organik untuk mengenalikan hama di pembibitan. Bibit cabai siap dipindahkan jika sudah berdaun 4-6 buah.

Penanaman

Penanaman dilakukan dengan cara memindahkan bibit dari persemaian ke bedengan. Jika bedengan ditutupi mulsa, maka lubangi dulu mulsanya dengan munggunakan kaleng bekas susu kental manis yang sudah dipanaskan atau media lain yang sejenis, serta perhatikan jarak tanamnya.

Polybag dibuka, namun usahakan agar tanah dalam polybag tidak hancur dan ditanam ke dalam bedengan. Lalu, jika sudah berumur kurang lebih 3 minggu ada tanaman yang mati dalam bedengan, segera lakukan penyulaman. Jika penyulaman dilakukan saat usia tanaman lebih dari 3 minggu umumnya pertumbuhan cabai tidak seragam nantinya.

Pemasangan Ajir

Lubang tanam yang baik, biasanya disertai dengan ajir, ajir dipasang dengan maksud untuk menjaga pertumbuhan vegetatif yang optimal. Tanaman diikatkan pada ajir, namun jangan terlalu kencang. Pengikatan tanaman pada ajir dimaksudkan untuk menjaga cabai roboh karena diterpa angin. Pemasangan ajir sebaiknya dilakukan setelah muncul bunga pertama pada cabai.

Pemeliharaan

Cabai merah merupakan tanaman yang membutuhkan perhatian tinggi dari pemiliknya, selain rentan penyakit tanaman ini juga harus dijaga kebutuhan airnya.

Penyiangan atau sanitasi menjadi faktor penting, bila pasangi mulsa, maka gulam disekitar drainase atau disekitar areal pertanaman sebaiknya dibersihkan untuk mencegah gulma tersebut menjadi inang hama.

Selanjutnya, pengairan dilakukan secara teratur dan terukur, dengan dilakukan penggenangan atau pengeleban hanya seminggu sekali (jika tidak terjadi hujan). Penggenangan dilakukan hanya 1/3 dari kedalaman bedengan.

Pemupukan Susulan

Kecukupan unsur hara akan berpengaruh pada pertumbuhan cabai. Pupuk akar dilakukan dengan cara pengcocoran saat tanaman berumur 15 hari setelah tanam, bisa menggunakan pupuk organik atau pupuk kimia. Selanjutnya saat umur 46 hari setelah tanam, lakukan pemupukan dengan dosis yang sama. Kemudian, saat berusia 76 hari, lakukan pemupukan ketiga.

Selain menggunakan pupuk akar, sebaiknya cabai juga menggunakan pupuk daun, bisa menggunakan pupuk organik cair yang disemprotkan langsung ke bagian daun. Pupuk ini bertujuan untuk menyuburkan daun agar proses fotosintesis berjalan lancar.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dilakukan dengan cara PHT (Pengendalian Hama Terpadu). Pengenalan terhadap  jenis hama dan penyakit cabai menjadi hal paling penting. Hal ini akan menjadi dasar petani untuk tindakan yang cepat dan tepat  dalam melakukan pengendalian yang terkontrol.

Panen

Panen tanaman cabai merah sangat mudah sekali. Yang harus diperhatikan adalah tanaman cabai bisa dipanen pada saat tanaman berusia 90 hingga 120 hari setelah masa tanam. Dan buah cabai yang siap dipetik adalah yang persentase kematangan buah berkisar 80 – 90%. (diolah dari berbagai sumber)

 

 

 

CARA MENGENDALIKAN WERENG BATANG COKLAT (WBC)

wereng coklat, darurat wereng, pandeglang

Tahun 2017, disaat target produksi padi diharapkan dapat tercapai, serangan hama khususnya Wereng Coklat cukup massif di Kabupaten Pandeglang. Hampir diseluruh kecamatan di Pandeglang pertanaman padi terserang hama yang terkenal berembang biak dengan sangat cepat  ini.

Daya rusak WBC memang sangat luar biasa, sehingga sangat merepotkan petani, petugas POPT maupun aparat pertanian lainnya, baik di Kabupaten, Provinsi hingga tingkat Kementerian. Pada bulan Juni ini, 26 orang tim ahli dari Kementerian turun ke Kabupaten Pandeglang untuk mengantisipasi darurat WBC.

Lalu bagaimana sebenarnya cara pengendalian Wereng Batang Coklat yang sesuai dengan Standar Operasional yang baik? Berikut adalah uraiannya:

Tanam Padi Serentak / Serepmpak

Salahsatu manfaat tanam serentak adalah memutus rantai hidup dan makanan bagi hama dan penyakit termasuk WBC. Dalam kasus WBC, sebaiknya pola tanam serentak tidak dibatasi oleh batas admnistrasi wilayah, mengingat migrasi wereng coklat yang cukup cepat dan luas.

Penggunaan Varietas Tahan WBC

Penggunaan varietas tahan WBC harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Terutama pada Biotipe wereng  yang menyerang pertanaman padi. Dewasa ini biotipe wereng yang dominan adalah biotipe 3, dan ada juga biotipe 4 oleh karena itu, penggunan Varietas Unggul Baru yang tahan terhadap biotipe Wereng Coklat mutlak diperlukan.

Saat ini sebenarnya sudah ada varietas tahan wereng sesuai biotipe yang disediakan oleh Badan Litbang Pertanian, seperti Inpari 13, Inpari 31 dan Inpari 33.

Penggunaan Lampu Perangkap

Lampu perangkap merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui kehadiran wereng imigran dan berguna untuk menangkap wereng imigran dalam jumah besar.

Lampu perangkap dipasang pada ketinggian sekitra 1.5 -2.5 m dari permukaan tanah. Jika lampu yang digunakan sekitar 100 watt, maka wereng yang terperangkap bisa mencapai 400,000 ekor / malam.

Memilih Waktu Penyemaian yang Tepat

Pada umumnya, waktu penyemaian yang baik adalah saat 15 hari setelah puncak imigran wereng sebagaimana yang tertangkap oleh lampu perangkap. Selanjutnya dalam konteks ini waktu penyemaian yang tepat juga menunjang pengendalian wereng coklat secara tuntas pada fase awal perkembangan hama. Selanjutnya, pengamatan atau monitoring Wereng Coklat dalam fase ini sebaiknya dilakukan setiap 1-2 minggu sekali.

Penggunaan agensia hayati juga baik digunakan dalam fase ini (fase persemaian benih) apabila ditemukan populasi WBC yang dibawah ambang pengendalian.

Penggunaan Insektisida

Penggunaan insektisida harus memperhatikan faktor-faktor berikut:

Kondisi pertanaman sebaiknya kering sebelum insektisida digunakan baik dengan semprotan atau butiran.

Penyemprotan sebaiknya dilakukan mulai pukul 8-11.00 atau setelah tidak ada embun air di daun padi. Bisa juga dilakukan disore hari.

Insektisida harus sampai ke batang padi.

 

Pengendalian Virus Kerdil

Wereng coklat, selain sebagai hama padi, juga sebagai vektor atau pembawa penyakit bagi virus Kerdil Rumput. Tanaman yang terserang virus ini biasanya daun akan akan tercabik, rombeng dan koyak atau bergerigi.

Usaha yang dapat dilakukan untuk menekan virus ini adalah dengan mengendalikan wereng sampai pada populasi terendah, menghindari kontak inokulum dengan wereng dan cabut atau benamkan tanaman yang terkena virus.

 

 

Tahapan Tanam Padi hingga Panen

tanam-padi-pandeglangAnda ingin budidaya tanaman padi ? coba pelajari cara menanam padi yang akan kita bahas kali ini. Banyak tahap-tahap yang perlu anda pelajari tentang membudidayakan tanaman padi.  Cara menanam padi ini terbagi ke dalam beberapa tahapam, yang dimulai dari memilih benih sampai kepemeliharaan yang berlanjut ke tahap pemanenan. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh para petani sebelum memulain penanaman padi, hal yang paling penting adalah pemilihan jenis pada dan pembenihan.

Nah, Berikut ini adalah tahap-tahap menanam padi:

  • Pemilihan Benih atau Bibit

Pemilihan benih atau bibit adalah hal yang utama dalam membudidayakan tanaman padi. Pilihlah benih yang sesuai dengan areal lahan yang akan ditanami tanaman padi, dan jangan lupa juga untuk memperhatikan air dan sumber air yang terdapat pada lahan yang akan ditanami.

  • Persiapan Lahan

Dalam hal menanam padi, ada beberapa kriteria lahan yang harus dipilih, diantaranya yaitu lahan yang subur dan yang banyak mengandung hums, dekat dengan sumber air, tanahnya terbuka dan tidak tertutup oleh bangunan atau pohon-pohon yang besar.

  • Pembenihan dan Penaburan Benih

Pisahkan benih padi yang bernas dengan yang kosong dengan cara merendam benih padi tersebut selama satu malam, sedangkan dalam penaburan benih padi, pilihlah tanah yang gembur yang sudah dicampuri oleh pupuk kandang. Lakukan penaburan benih ini secara merata lalu tutup denga tanah berpasir, setelah itu tutup kembali tanah berpasir tersebut dengan dedauanan seperti daun padi yang sudah mongering atau menggunakan daun pisang. Penyiraman benih cukup dilakukan pada pagi hari dan sore saja.

  • Penggarapan Lahan

Dalam hal penggarapan lahan, seharusnya mencapurkan jerami busuk dengan pupuk kandang dan dibiarkan teraduk dengan menggunakan tratror. Hal ini dilakukan bermaksudkan untuk membuat tanahnya semakin subur dan tidak mudah cepat kering.

  • Penanaman

Jika usia benih sudah mencukupi, sekarang anda bisa segera menanami lahan tersebut dengan benih padi yang sebelumnya telah disemai. Lakukan penanaman padi dengan jarak tanam antar padi diusahakan jangan terlalu dekat atau terlalu rapat agar pertumbuhan padi bisa maksimal. Nah itulah beberapa tahap yang mungkin bisa dipraktekan dalam hal membudidayakan tanaman padi, untuk  informasi lebih lanjut hubungi kami.

Menanam Buah Naga di Rumah

Mungkin bagi Anda yang memiliki tanah yang luas, tidak kebingungan akan menanam apa saja. Bagi Anda yang hanya memiliki tanah yang tidak begitu luas, atau berkeninginan untuk menanam buah naga di rumah, di terah atau sekitar rumah tanpa memerlukan lahan yang luas, tisp singkat ini akan bermanfaat, yaitu cara menanam buah naga dalam POT.
Berikut penjelasan singkatnya:

  • Menyiapkan/mencari pot yang sesuai untuk budidaya buah naga di dalam pot.

Ada berbagai macam pot,terserah anda mau memilih yang mana,yang jelas semakin besar pot tersebut,semakin baik,karena buah naga memerlukan unsur hara yang banyak,jadi jika pot untuk budidaya buah naga kecil,maka tanah yang ada di dalam pot untuk menanam/budidaya buah naga sedikit,sehingga pertumbuhannya kurang maksimal/kerdil.Hal yang harus diperhatikan dalam Menyiapkan/mencari pot yang sesuai untuk budidaya buah naga,karena buah naga membutuhkan perubahan suhu yang drastis dari siang ke malam dalam proses pembungaan,maka harus di pilih pot yang cocok,pot yang paling cocok berdasarkan pengalaman adalah pot yang terbuat dari tanah liat,misalnya gentong dari tanah liat.Tapi jika di daerah anda tidak ada atau sulit Menyiapkan/mencari pot yang sesuai untuk budidaya buah naga di dalam pot yang dari tanah liat,sebaiknya gunakan dari plastik,misalnya bak dari plastik.Syarat besarnya pot,minimal diameternya 40-50 cm.Bisa juga di gunakan drum bekas sebagai pot.

  • Memilih/menentukan media tanam yang cocok dan berkualitas sesuai dengan karakteristik buah naga.

Langkah selanjutnya setelah menyiapkan/membuat tiang penopang/panjatan buah naga di dalam pot adalah Memilih/menentukan media tanam yang cocok dan berkualitas sesuai dengan karakteristik buah naga.Bahan-bahan yang cocok untuk buah naga adalah pasir, tanah, kompos, dan pupuk kandang.Perbandingan dari bahan-bahan tersebut adalah pasir=2,tanah=1,kompos=1,pupuk kandang=3.Anda dapat menambah kan dolomit (kapur pertanian) dan bubuk batu bata merah sebanyak 100 gr dari campuran tersebut,karena di dalam dolomit banyak mengandung magnesium,kekurangan dolomit pada tanaman buah naga mengakibatkan tanaman buah naga berwarna hijau pucat dan mengering, biasanya terdapat bintik-bintik putih dan bergeripis.Setelah itu,media tanam dalam pot tersebut di siram dengan air dan di letakan di tempat terbuka agar terkena sinar matahari langsung.

  • Penanaman bibit buah naga dalam pot

Dalam melakukan pemilihan bibit buah naga dalam pot,harus di perhatikan betul hal-hal berikut ini.Bibit di pilih yang besar,dari batang tua yang berwarna hijau tua keabuan dan bebas dari penyakit.Bibit yang ideal minimal panjangnya 30 cm.Kemudian bibit ditanam di sekitar tiang panjatan dengan kedalaman 10 cm, Ingat JANGAN MENANAM BUAH NAGA TERLALU DALAM!karena akan mengakibatkan tumbuhan kerdil atau pertumbuhan yang tidak maksimal.Kemudian media tanam di padatkan atau di tekan-tekan agar bibit buah naga yang baru di tanam tidak mudah roboh/ambruk.Kemudian media tanam disiram dengan air(jangan menyiram terlalu banyak,secukupnya saja),lalu di letakan di tempat terbuka yang langsung terkena matahari,karena buah naga memerlukan langsung sinar matahari,jadi hindari meletakan pot buah naga yang telah ditanami di tempat yang teduh,karena akan mengakibatkan pertumbuhan buah naga kurang maksimal.
Demikian sedikit penjelasan bagaimana cara menanam buah naga dalam pot, semoga dengan penjelasan yang singkat ini bisa menambah wawasan dan memberi kemudahan bagi Anda dalam menanam buah naga. Apabila Anda membutuhkan bibit buah naga, seilahkan menghubungi kami, kami memiliki stok bibit buah naga beserta segala sesuatu yang diperlukan dalam budidaya tanaman buah naga ini.

Cara Menanam Cabe Rawit Merah

tanam-cabai-merahPada tulisan kali ini kami akan membagikan sedikit penjelasan bagaimana caranya menanam cabe rawit merah. Berikut langkah – langkah dalam menanam cabe rawit yang benar :

  • Menyiapkan Bibit

Bibit merupakan faktor yang paling menentukan dalam budidaya suatu tanaman. Meskipun pemeliharaan telah dilakukan secara maksimal, tetapi tidak akan memperoleh hasil yang optimal kalau bibit yang ditanam dari benih yang kurang baik. Untuk memperoleh benih yang baik adalah:
1. Pilih buah cabe yang sehat, lebih besar dari yang lainnya dan matang sempurna.
2. Buang bagian pangkal dan ujungnya.
3. Sayat bagian buah yang tersisa, kemudian ambil bijinya.
4. Jemur ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung selama tiga hari.

Langkah berikutnya adalah menyemai benih yang sudah kering untuk dijadikan bibit. Kegiatan menyemai ini diawali dengan merendam benih dengan air hangat selama kurang lebih 30 menit. Selanjutnya benih direndam sehari semalam dalam larutan perangsang akar.

Benih yang masih mengapung setelah sehari semalam direndam harus dibuang, karena benih tersebut pertumbuhannya tidak akan maksimal. Untuk benih yang tenggelam bungkus dengan kain basah dan biarkan sehari semalam lagi. Keesokan harinya benih baru disemaikain.

Persemaian harus disiapkan bersamaan dengan kegiatan merendam benih. Media yang digunakan berupa tanah gembur yang dicampur pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan sama banyak. Masukan media persemaian ke dalam plastik es yang diameternya 3-5 cm dan untuk tingginya cukup 6 cm saja. Basahi media dengan larutan perangsang akar hingga lembab. Selanjutnya, semaikan benih satu per satu. Atasnya tutup dengan media, tipis saja, supaya benih tidak terlihat. Selama benih belum tumbuh kondisi media harus selalu lembab dan waspada terhadap pencurian benih yang dilakukan semut. Benih siap untuk dijadikan bibit dan dipindah tanamkan apabila sudah memiliki empat helai daun sempurna.

  • Persemaian Cabe
  • Media Tanam

Media tanam merupakan tempat berkembangnya akar dalam menunjang pertumbuhan tanaman. Dari media tanam ini tanaman menyerap makanan yang berupa unsur hara melalui akarnya. Media tanam harus sudah siap paling lambat dua minggu sebelum tanam supaya terjadi pemadatan media yang sempurna. Media yang baik untuk digunakan terdiri dari tanah gembur atau top soil, kompos, dan sekam padi dengan perbandingan volume sama banyak. Aduk ketiga bahan tadi sampai tercampur rata, kemudian masukan ke pot atau polybag yang memiliki diameter minimal 30 cm.

Bahan-bahan di atas memiliki fungsi yang berbeda, namun satu sama lain saling mendukung. Tanah dengan sifat koloidnya memiliki kemampuan untuk mengikat unsur hara dan melalui air unsur hara dapat diserap oleh akar dengan prinsip pertukaran kation. Sekam gunanya untuk menampung/mengikat air dalam tanah, sedangkan kompos untuk menjamin tersedianya bahan penting yang akan diuraikan menjadi hara yang diperlukan oleh tanaman.

Sebaiknya kompos yang digunakan adalah kompos yang terbuat dari sampah dapur dan sampah rumah tangga. Tujuannya adalah untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan, minimalnya yang ada di sekitar kita, dari permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah. Disamping itu, untuk menghemat biaya dalam pengadaan kompos. Cara pembuatan kompos berbahan baku sampah ini bisa dilihat pada topik Mengubah Sampah Jadi Berguna atau Manfaat Sampah Rumah Tangga.

  • Penanaman

Seminggu sebelum tanam, media disiram dengan dua gelas MOL Keong Mas secara merata. Sebelum disiramkan, MOL harus dicampur air terlebih dahulu dengan dosis dua gelas MOL ditambah seember air (kira-kira 10 liter). Begitu juga sehari sebelum tanam, media harus disiram lagi menggunakan MOL dengan dosis yang sama, tetapi dalam penyiraman cukup segelas saja.

Bibit yang ditanam hanya bibit yang sudah memiliki minimal empat daun sempurna, sehat dan pertumbuhannya bagus. Proses penanamannya adalah:
1. Buat lubang persis di tengah-tengah media, kira-kira lebih besar sedikit dari ukuran media bibit.
2. Buka plastik bibit dengan cara merobeknya. Saat merobek plastik harus berhati-hati jangan sampai merusak media dan mengakibatkan banyak akar yang terputus.
3. Masukan bibit ke lubang yang telah dibuat.
4. Tutup media bibit dengan media bekas pembuatan lubang, lalu ratakan.
5. Siram media tanam dengan air biasa sampai kebas.

Apabila cuaca panas, sebaiknya tanaman diberi pelindung dari pelepah pisang yang ditekuk menjadi dua bagian kemudian disungkupkan menutupi bibit menyerupai bentuk segitiga sama kaki. Pemberian pelindung ini dimaksudkan supaya bibit yang baru ditanam tetap segar dan tidak mengalami kelayuan.

  • Perawatan Tanaman

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan tanaman adalah:
1. Penyiraman dilakukan secara rutin, setiap pagi dan sore hari. Kegiatan ini tidak perlu dilakukan apabila cuaca hujan atau tanaman dikocor dengan MOL.
2. Mulai umur 7 hari sampai keluar bunga tanaman dikocor menggunakan MOL Keong Mas dengan dosis dua gelas/ember air. Setiap tanaman cukup diberi satu gelas dan diulang seminggu sekali.
3. Sejak tanaman berbunga sampai habis masa panen pengocoran tanaman menggunakan MOL Rebung Bambu dengan dosis dan cara pengaplikasian sama seperti di atas. Mengenai pembuatan MOL diuraikan di bawah.
4. Penyemprotan menggunakan EM TANI 3 setiap lima hari sekali dengan dosis dua sdm/liter air.
5. Perempelan daun-daun tua, bunga pertama dan seluruh tunas yang keluar dari ketiak daun di bawah percabangan pertama.
6. Pencabutan tanaman liar atau rumput yang tumbuh di media tanam sekaligus dengan mengemburkan medianya.
7. Jika terjadi tanda-tanda serangan hama atau penyakit, untuk menanggulanginya, lakukan dengan menyemprotkan pestisida organik.