Saturday , November 18 2017
Home / Menu Utama / Sejarah

Sejarah

Kabupaten Pandeglang yang memiliki Letak strategis yakni antara 104o48’ – 106 o 11’ Bujur Timur dan 6 o 21’ – 7 o 10’ Lintang Selatan dengan luas daerah 2.747 Km 2  atau 274.689,91 hektar serta ketinggian wilayah berada antara 0 – 1.500 m dari permukaan laut merupakan tantangan yang harus dijadikan peluang untuk pembangunan subsektor pertanian di Kabupaten Pandeglang.

Penduduk Kabupaten Pandeglang sesuai data yang ada, Setiap tahun meningkat 1,03 % dimana  pada tahun 2007 tercatat sebanyak 1.130.514 jiwa, Pada tahun 2008 jumlah penduduk Kabupaten Pandeglang meningkat menjadi 1.146.067 jiwa tahun 2008 tercatat sebanyak 1.146.067 jiwa, yang terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak 584.503 jiwa dan perempuan mencapai 561.564 jiwa.  Dengan ratio kelamin mencapai sebesar 104,08 orang, Komposisi tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Pandeglang rata-rata sebesar 412,76 jiwa per km2.

kepadatan tertinggi penduduk di Kecamatan Labuan yaitu sebesar 3.370,75 orang lebih per Km2 dan kepadatan penduduk terendah di Kecamatan Sumur 85,76  orang per Km2. Pada tahun 2009 jumlah penduduk Kabupaten Pandeglang meningkat menjadi 1.149.064 jiwa  yang terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak 588.126 jiwa dan perempuan mencapai 560.938 jiwa.  Dengan ratio kelamin mencapai sebesar 104,05 orang, Komposisi tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Pandeglang rata-rata sebesar 418,31 jiwa per km2 dengan kepadatan tertinggi penduduk di Kecamatan Labuan yaitu sebesar 3.482,38 orang lebih per Km2 dan kepadatan penduduk terendah di Kecamatan Sumur 87,98  orang per Km2. dan Kecamatan Pandeglang sendiri sebagai ibu kota kabupaten pandeglang dengan kepadatan penduduknya sebesar 2.359,58 jiwa/Km2.

Mata pencaharian penduduk Kabupaten Pandeglang pada tahun 2009 dari jumlah penduduk  usia kerja sebesar 434.745 orang atau 46,72 persen dari keseluruhan jumlah penduduk dan angka menunjukkan sebagian besar penduduk bekerja di sektor primer (Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan) yaitu sebesar 30,54%, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran 26,25 %, serta sektor lainnya seperti jasa hanya 9,57%  sedangkan industri dan pengolahan sebesar 7,03 %.dan angka ini relatif menurun dibandingkan pada tahun 2008 yang mencapai 56,54 %, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran 19,69 %, serta sektor lainnya seperti jasa hanya 14,97%  sedangkan yang lain dibawah 8,80 %. Dukungan letak geografis, jumlah penduduk, mata pencaharian dan potensi sumberdaya alam lainnya di Kabupaten Pandeglang harus dapat dijadikan modal dalam membangun subsektor pertanian dan perkebunan  di Kabupaten Pandeglang.

Sebagai daerah agraris karena meliputi areal 52.596 Ha lahan sawah (19,15%) dari total luas lahan Kabupaten Pandeglang yaitu 274.690 Ha. Dan 239.731 Ha lahan (87,27%) diantarannya digunakan untuk usaha pertanian seperti persawahan (52.596 Ha), ladang, kebun, empang, kolam  tambak, kolam/tambak/empang, lahan untuk tanaman hutan rakyat dan negara. Sedangkan sisanya digunakan untuk pekarangan/lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, padang rumput, lahan yang sementara tidak diusahakan dll. dengan pantai sepanjang 230 km merupakan daerah kawasan agrokultural.

Bila dilihat dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut sektoral, pada tahun 2010 distribusi prosentase PDRB menunjukkan bahwa sub sektor pertanian dan Perkebunan  mempunyai kontribusi yang tinggi sebagai core businnes perekonomian Kabupaten Pandeglang sebesar 30,81 % walaupun terjadi penurunan dari tahun sebelumnya. Strategisnya sumberdaya alam yang tersedia harus dapat dimanfaatkan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Pandeglang secara maksimal dalam mengembangkan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura dan Perkebunan  terutama komoditas-komoditas unggulan daerah Kabupaten Pandeglang.

Dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya Dinas Pertanian dan Perkebunan  Kabupaten Pandeglang didukung oleh perangkat organisasi yang terdiri dari Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bidang Perkebunan, Bidang Bina Usaha, Bidang Sarana Prasarana dan Perlintan, serta Sekretariat Dinas. Disamping itu untuk mendukung dan memperkuat tugas di lapangan Dinas Pertanian dan Perkebunan  juga dibantu oleh 5 (Lima) Buah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas baik di tingkat Kabupaten maupun di Tingkat Kecamatan yang personilnya semuanya dikukuhkan oleh Pemerintah Daerah,  UPT-UPT tersebut terdiri antara lain 3 (Tiga) Buah UPT Balai Benih Induk (BBI) Kaungcaang Kecamatan Cadasari, Mengger Kecamatan Kaduhejo dan Caringin Kecamatan Labuan, 1 (Satu) Buah UPT Alsintan Teluklada di Kecamatan Panimbang, dan 1 (Satu) Buah UPT Perkebunan di Kecamatan Karangtanjung, serta dukungan dari Kelompok Fungsional baik yang ada di Kabupaten maupun yang di lapangan (Kecamatan).

Personil Pegawai Dinas Pertanian dan Perkebunan  keseluruhan baik pegawai Pandeglang maupun pegawai Provinsi yang dipekerjakan di Kabupaten Pandeglang, jumlah total 99 Orang, yang terdiri dari Pegawai Struktural 54 Orang, Pegawai Fungsional sebanyak 3 Orang, Tenaga Kerja Kontrak (TKK) sebanyak 8 Orang dan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) sebanyak 33 Orang.

Sejarah Pembentukan Dinas Pertanian

Sejak Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia dapat melakukan kegiatan pemerintahan nya secara syah dan tidak ada lagi yang namanya kolonialisme, sehingga dengan demikian NKRI dapat membentuk kabinet yang diantaranya Menteri Pertanian yang sekarang menjadi Kementrian Pertanian (sejak pertengahan tahun 2010) selanjutnya Dibentuk Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, pada waktu itu Pandeglang termasuk dalam wilayah Jawa Barat beserta Kabupaten Lainnya (diluar Jakarta yang menjadi DKI),  sehingga Kabupaten Pandeglang sejak saat itu dengan nama “Jawatan Pertanian Rakyat” Kabupaten Pandeglang sampai dengan tahun 1960

Sejak tahun 1960 –  1972, berubah nama menjadi “Kantor Pertanian Rakyat” Kabupaten Pandeglang
Pada Tahun 1972 – 1982, berganti nama menjadi “Dinas Pertanian” Kabupaten Pandeglang
Pada Tahun 1982 – 1992, berganti nama menjadi “Dinas Pertanian Tanaman Pangan” Kabupaten Pandeglang
Pada Tahun 1992 – 2001, Ganti nama kembali kepada nama semula yaitu “Dinas Pertanian” Kabupaten Pandeglang
Pada  Tahun 2001  – 2002, berubah dengan adanya peraturan tentang SOTK, sehingga Dinas Pertanian bergabung dengan Kantor Peternakan, dengan Nama “Dinas Pertanian dan Peternakan” Kabupaten Pandeglang
Pada Tahun 2002 – 2005, berubah nama lagi karena berpisah lagi dengan Peternakan, sehingga ganti nama menjadi “Dinas Pertanian Tanaman Pangan” Kabupaten Pandehglang
Pada Tahun 2005 – 2008, berubah dan bersatu lagi dengan Kantor Peternakan menjadi “Dinas Pertanian dan Peternakan” Lagi

Pada tahun 2008, tepatnya  awal tahun 2009 pada bulan Pebruari 2009 berubah lagi sehubungan sesuai dengan  Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor : 6 Tahun 2008, tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pandeglang (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 6). dengan demikian bahwa Dinas Pertanian dan Perkebunan  berwenang untuk membuat, merumuskan dan melaksanakan kebijakan dibidang Pertanian dan Perkebunan  sehingga mampu meningkatkan eksistensi pembangunan Pertanian dan Perkebunan  di Kabupaten Pandeglang.

Dinas Pertanian dan Perkebunan  Kabupaten Pandeglang, lahir dari rasionalisasi Dinas/Kantor/Badan yang terjadi di Kabupaten Pandeglang, yaitu dari 2 kelembagaan teknis yakni Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan Kabupaten Pandeglan digabungkan dan menjadi Dinas Teknis Bidang Pertanian dan Peternakanan  Kabupaten Pandeglang sejak Pebruari 2005. dan Sejak Bulan Pebruari 2009 Instansi ini resmi terjadi pemekaran yaitu menjadi Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Peternakanan  dan Kesehatan Hewan dan Kantor Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan. Dan ketiga Dinas/kantor ini efektif berjalan sejak awal tahun anggaran 2009.

Pada Tahun 2014 Akhir sesuai dengan Perda tentang SOTK baru, maka Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Pandeglang berubah menjadi Dinas Pertanian dan Peternakan (gabungan antara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Pandeglang)